Keajaiban Dunia Kreatif

Cover Buku Big Magic
Judul               : Big Magic
Penulis           : Elizabeth Gilbert
Penerbit        : Kaifa
Cetakan        : 1-Juli 2017
Tebal              : 280 halaman
ISBN               : 978-602-0851-84-6

Sebuah ide atau gagasan menjadi bagian penting dalam kehidupan kreatif. Entah bagi penulis buku, musisi, penulis skenario, sutradara, dan para pekerja kreatif lainnya. Sebuah ide bisa menjadi sangat mahal bagi mereka karena kadang harus didapatkan dengan pelbagai cara. Namun, ada yang lebih penting dari gagasan atau ide. Yakni bagaimana menyikapi ide atau gagasan tersebut. Elizabeth Gilbert, penulis novel terkenal Eat Pray Love, dalam buku berjudul Big Magic ini mengajak kita menelusuri kehidupan kreatif, memburu harta karun tersembunyi dalam diri kita, dan menemukan keajaiban dari sana.

Liza, begitu ia dipanggil, mengajak kita mendalami hal tersebut lewat pengalamannya sendiri selama puluhan tahun berkecimpung di kehidupan kreatif. Liza mengawali petualangan ini dengan sebuah keyakinan bahwa setiap orang memiliki harta karun terpendam dalam dirinya masing-masing. Liza percaya, alam semesta mengubur permata tak dikenal dalam diri kita, kemudian mengamati apakah kita berhasil menemukannya atau tidak. “Perburuan untuk menemukan permata—itulah yang dinamakan kehidupan kreatif,” tulisnya. Kehidupan kreatif inilah yang akan membuat hidup menjadi lebih bergairah dan bermakna.

Masalahnya, tak semua orang punya keberanian memburu permata terpendam tersebut. Padahal, keberanian merupakan hal penting dalam kehidupan kreatif. Tatkala keberanian hilang, kreativitas hilang bersamanya. Liza banyak memberi contoh kisah nyata, baik yang dialami sendiri maupun dari orang sekelilingnya. Liza mengaku sejak kecil, ia adalah anak penakut. Ia gampang trauma dan menangis. Ayahnya bahkan menjulukinya Pitiful Pearl (Mutiara yang Menyedihkan). Namun, ibunya tak pernah memanjakannya. “Di setiap kesempatan, Ibu menyuruhku melakukan hal yang sangat kutakuti”. Bertahun-tahun kemudian Liza sadar bahwa mempertahankan ketakutan sama sekali tak membuatnya menjadi lebih baik.

             Ketika gagasan datang

Liza kemudian mengajak kita memahami bagaimana sebuah gagasan datang. Ini merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kreatif. Liza mengumpamakan gagasan seolah-olah makhluk hidup yang terpisah dengan manusia. Gagasan tak memiliki bentuk fisik, tapi punya kesadaran dan tekad. Gagasan menghabiskan waktunya dengan mengitari kita, mencari pasangan manusiaanya yang bersedia bekerja sama dan mewujudkannya. Masalahnya, banyak orang tidak sadar ketika gagasan datang menghampirinya.

Liza menceritakan pengalamannya tentang bagaimana gagasan itu datang. Di awal tahun 2006, setelah menerbitkan Eat Pray Love, ia mendapatkan cerita dari kekasihnya, Felipe, tentang proyek pembangunan jalan raya melintasi hutan Amazon oleh pemerintah Brazil yang akhirnya terbengkalai karena derasnya musim hujan. Dari sana, Liza terinspirasi menulis novel berlatar Brazil tahun 1960-an, dengan tokoh utama seorang perawan tua bernama Evelyn yang dapat tugas pergi ke Brazil mencari orang yang membawa lari uang proyek pembangunan jalan raya. Karena memendam cinta pada atasannya, Evelyn patuh dan terbang dari Amerika. Dari sana, kehidupannya yang awalnya tenang berubah total.

Namun, penggarapan novel tersebut harus terhenti. Liza harus pindah ke luar Amerika bersama kekasihnya, setelah Felipe sempat ditahan di perbatasan. Kondisi tersebut membuat Liza meninggalkan novelnya dan menulis masalah hidup yang ia alami, yang kemudian menjadi buku berjudul Committed. Kemudian, ketika Liza hendak kembali menggarap kisah Evelyn, ternyata gagasan tersebut sudah pergi. Catatan penelitian dan data selama dua tahun memang masih, tapi Liza merasa ada yang hilang. “Semangat menggebu untuk menulis novel itu sudah lenyap,” tulisnya. Di titik inilah Liza sadar bahwa gagasan tersebut sudah pergi meninggalkannya.

            Keajaiban

Kisah belum berakhir. Pada tahun 2008, Liza berkenalan dengan penulis Ann Patchett dalam sebuah diskusi tentang perpusatakaan. Mereka berkenalan, selanjutnya saling berkirim surat, sampai akhirnya Ann bercerita bahwa ia sedang menggarap novel tentang Hutan Amazon. Jelas, Liza kaget dan penasaran dengan kisahnya. Ketika mereka bertemu dan Liza menceritakan rencana novelnya tentang Evelyn, Ann sangat tercengang. “Kenapa?” tanya Liza. “Memangnya, novelmu tentang apa?” Ann menjawab, “Tentang seorang perawan tua yang diam-diam jatuh cinta pada atasannya yang terlibat skema bisnis merugikan di Hutan Amazon. Uang dalam jumlah besar hilang, dan tokoh utamaku dikirim ke sana, dan pada titik ini hidupnya berubah” (hlm 65-66).

Betapa terkejutnya mereka. “Ann dan aku butuh beberapa saat untuk memulihkan diri dari fakta mengejutkan ini,” tulis Liza. Kejadian tersebut meyakinkan Liza bahwa gagasan memang hidup. Gagasan mencari pasangan manusianya untuk diajak kerja sama, bergerak dari satu jiwa ke jiwa lain, selalu berupaya menemukan jalan tercepat dan efisien untuk mewujud di bumi. Gagasan tersebut awalnya menghampiri Liza, namun karena Liza mengabaikannya, akhirnya gagasan itu pergi menemui Ann Patchett. Inilah yang Liza sebut sebagai “Keajaiban Besar”, Big Magic!.

Liza percaya itu bukan kebetulan. Ia juga memberi banyak contoh lain yang membuktikan hal tersebut. Misalnya, ketika ia menerbitkan buku Eat Pray Love yang menjadi best seller, banyak orang mengaku, mereka sebenarnya pernah memiliki ide untuk menulis kisah tersebut. “Entah berapa banyak orang menuduhku dengan mengatakan bahwa aku sudah menulis buku yang seharusnya ‘milik’ mereka,” tulis Liza. Saat itulah, ia sadar telah menjadi orang yang beruntung karena mendapatkan gagasan dan menyelesaikan novel tersebut. Ia teringat saat mengerjaan buku ini, ia seperti orang gila. “Ketika gagasan itu memasuki kesadaranku, aku tak meninggalkannya barang sedetik pun—hingga akhirnya buku itu menjadi buku yang layak diterbitkan,” tulis Liza (hlm 71).

Apa yang dikisahkan Elizabeth Gilbert dalam buku ini begitu menarik, inspiratif, dan otentik. Dengan gayanya yang unik, cerdas, dan kadang jenaka, kita diajak mengembara dari satu pengalaman ke pengalaman lain, dari satu cerita ke cerita lain untuk mendalami kehidupan kreatif yang penuh kejutan dan keajaiban.

(pernah tayang di koran Solopos edisi 19 November 2017)

Iklan