Inspirasi Milenial, dari Soal Dilan hingga Gerhana Bulan (IDN Times Blog Review)

Oleh: Al-Mahfud

Saat ini, anak muda seakan tak bisa lepas dari internet. Melalui gawai di tangan masing-masing, anak-anak muda begitu aktif mengakses internet untuk pelbagai keperluan, baik untuk menunjang pekerjaan, mengakses informasi, bersosial media, mencari hiburan, dan sebagainya.

Di Indonesia, pengguna internet di kalangan pemuda menunjukkan perkembangan sangat pesat dibanding kelompok umur lain. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016, generasi muda dalam rentang usia 20-24 tahun dan 25-29 tahun memiliki angka penetrasi hingga lebih dari 80% pengguna internet di Indonesia. Pada kategori 20-24 tahun ditemukan 22,3 juta jiwa yang setara 82% dari total penduduk di kelompok tersebut. Sedangkan, di kelompok 25-29 tahun, terdapat 24 juta pengguna internet atau setara 80% total jumlah jiwa.

Data tersebut menggambarkan bagaimana kalangan muda, atau dikenal dengan generasi milenial dan generasi Z, begitu aktif mengakses internet dalam kesehariannya. Mereka mengaktualisasikan diri, mencari informasi, hiburan, inspirasi, dan sebagainya, melalui internet dan terutama media sosial. Pada gilirannya, dunia maya menjadi rujukan utama bagi kalangan Milenial dan generasi Z. Di sinilah, IDN Times saya lihat hadir menjawab kebutuhan aktivitas dunia maya di kalangan remaja dan pemuda tersebut.

Tak sekadar menyajikan informasi, IDN Times benar-benar didesain sebagai media yang bisa mewadahi segala bentuk karakter dan kreativitas generasi milenial dan generasi Z. Sesuai tagline-nya, The Voice of Millenials and Gen Z, IDN Times tampil dengan konten-konten yang aktual, dengan bahasa yang ringan dan segar, sudut pandang kreatif, unik, khas remaja dan pemuda untuk menyuarakan dan aktualisasi diri generasi tersebut.

Milenial dan Gen Z

Kita tahu generasi milenial atau generasi Y adalah generasi yang lahir kisaran tahun 1980-2000, di mana teknologi awal mula berkembang. Milenial dikenal mandiri, kratif, fokus, dan visioner. Sedangkan Generasi Z adalah generasi internet yang lahir setelah tahun 2000. Mereka adalah para remaja yang berpikir lebih global dan terbuka karena sudah menikmati internet sejak kecil. Namun, berbeda dengan generasi milenial yang cenderung memiki pandangan fokus dan seimbang, generasi Z cenderung labil dan serba instan.

Gambar IDN -youthmanual.com

gambar: youthmanual.com

Meski begitu, berbagai kajian demografi menyatakan Generasi Z cenderung menghargai keberagaman, ingin menjadi agen perubahan, berorientasi pada target, dan senang berbagi. Ini berbeda dari kaum milenial yang cenderung egoistik (tirto.id). Pelbagai karakteristik dari dua generasi tersebut ditangkap IDN Times dan menjadi dasar dari tiap kontennya. Di samping memang diproduksi kebanyakan oleh kalangan pemuda, konten-konten IDN Times juga menjadi sumber inspirasi yang bisa menjadi rujukan dua generasi tersebut dalam menjalani kehidupannya.

Dilan hingga Gerhana Bulan

Kita ambil contoh misalnya tentang hubungan percintaan. Bisa jadi kalangan milenial dan gen Z adalah mereka yang paling banyak berbicara hubungan percintaan. Jika milenial adalah mereka yang baru lulus kuliah atau sudah bekerja dan cenderung lebih dewasa dalam memandang hubungan percintaan, kalangan remaja atau gen Z adalah remaja sekolah yang masih labil dan mudah terbawa perasaan. Pada 4 Februari 2018, ketika pemuda dan remaja sedang demam-demamnya film Dilan 1990 dan baper dengan kata-kata rayuan maut tokoh Dilan pada Milea, IDN Times menampilkan sebuah artikel berjudul “Jangan Mimpi! 5 Alasan Kamu Gak Perlu Terlalu Baper Sama Dilan”

Gambar IDN 1

Screenshot from idntimes

Artikel tersebut menguraikan beberapa poin yang mengajak kita lebih realistis dalam berekspektasi terhadap pasangan. Tokoh Dilan, serupawan dan seromantis apa pun, ia adalah tokoh fiktif yang diangkat dari novel. Mengharapkan pasangan menjadi seperti Dilan adalah cara berpikir yang kurang bijak, karena setiap orang punya karakter, kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Percayalah, kamu akan punya ‘Dilan’ versimu sendiri!”. Lewat artikel tersebut, bisa dikatakan IDN Times telah memandu cara pandang para remaja, terutama generasi Z yang sedang gandrung dengan sosok Dilan agar tetap memiliki kontrol dan kebijaksanaan dalam memandang dan bersikap terhadap pasangan.

Konten dengan tipe serupa juga terlihat dari artikel berjudul “Renungkan, 8 Filosofi Kehidupan dari Fenomena Super Blue Blood Moon”. Fenomena gerhana bulan yang sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet beberapa waktu lalu tak luput dari pemberitaan IDN Times. Namun, bukan IDN Times jika tak mampu menghadirkan sudut pandang yang segar dan inspiratif. Heboh gerhana bulan tak sekadar tentang keindahan, ketakjuban, dan momentum langka yang diabadikan dan dibicarakan anak muda di sosial media.

Gambar IDN 2

Screenshot from idntimes

Artikel bertanggal 1 Februari 2018 tersebut menguraikan renungan-renungan filosofis dari peristiwa alam gerhana bulan, mulai tentang besarnya kuasa Tuhan, tentang roda kehidupan yang terus berputar, kerja keras, kesabaran, dan pentingnya memelihara harapan. Ini adalah nilai-nilai yang penting ditanamkan pada para remaja dan pemuda.

Hal tersebut menandakan IDN Times mampu menggali inspirasi-inspirasi positif yang bisa dijadikan masukan dan bahan permenungan di kalangan remaja dari fenomena yang sedang viral atau menjadi pembicaraan hangat di kalangan milenial dan gen Z. Inilah yang menarik dari IDN Times, di mana selalu menghadirkan konten-konten dengan sudut pandang yang segar dan inspiratif dalam memandang apa pun.

Tak hanya dari film dan fenomena alam, inspirasi-inspirasi tersebut sering disuarakan IDN Times dari pelbagai hal yang lekat dengan dunia anak muda. Kita bisa menemukan informasi maupun inspirasi dari konten-konten IDN Times yang tersebar di kanal-kanal berita, humor, hiburan, teknologi, perjalanan dan wisata, bisnis, olahraga, kuliner, dan masih banyak lagi.  Di samping membuat kita update terhadap pelbagai peristiwa dan pengetahuan, IDN Times juga menyuarakan, memandu, dan menanamkan pandangan positif bagi kalangan pemuda dan remaja dalam menjalani kehidupannya.

(Artikel ini dibuat untuk mengikuti IDN Times Blog Review Competition)

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: