Kekuatan Cinta Dua Makhluk Berbeda

 

Carlos
Judul              : Carlos
Penulis          : Erin Cipta
Penerbit        : Diva Press
Cetakan        : 1, 2017
Tebal             : 152 halaman
ISBN               : 978-602-391-366-4

Kisah cinta tak hanya terpancar dari sepasang manusia. Cinta dan kasih sayang bisa tumbuh dan mekar dari mana saja. Seperti dikisahkan Erin Cipta di novel ini. Kisah yang mulanya berupa cerpen ini ditulis Erin sewaktu ia menjadi perawat lansia di Taiwan. Tokoh cerita dan latar tempatnya pun berada di negeri tersebut. Erin mengisahkan persahabatan seorang anak down syndrome bernama Ye Feng dengan anjing kesayangannya yang bernama Carlos.

Ye Feng berumur 26 tahun, namun down syndrome membuatnya menjadi bocah abadi dengan cara berpikir polos dan sederhana. Mulanya, Ye Feng mendapatkan Carlos dari ayahnya, Wu Mao Ching sebagai hadiah ulang tahun. Ye Feng bahagia mendapatkan anjing tersebut. Dengan tekun, anak dengan kelainan mental dan fisik tersebut merawatnya; memberi makanan terbaik, membersihkan kandang, memeriksakan ke klinik hewan secara rutin, sampai mengajaknya bermain dan bercanda setiap hari di halaman rumah.

Di samping menciptakan kedekatan antara keduanya, bertahun-tahun persahabatan Ye Feng dan Carlos juga telah menghidupkan suasana rumah keluarga Wu Mao Ching.

Kisah mulai bergulir menuju konflik saat Carlos suatu hari sakit. Anjing itu muntah dan lemas. Ye Feng khawatir dan bersama ayahnya membawa anjing tersebut ke klinik hewan. Menurut dokter, Carlos mengalami gangguan lambung, sehingga ia tak bisa lagi mengkonsumsi makanan sembarangan. Carlos dirawat di klinik beberapa hari sampai akhirnya pulih kembali. Namun, tak lama kemudian, Carlos kembali kambuh. Bahkan, kali ini lebih parah. Anjing besar itu mengeluarkan darah.

Dokter menegaskan, dari segi usia Carlos memang sudah sangat tua untuk ukuran jenisnya. Keadaannya sangat parah. Paru-parunya melemah dan jantungnya bermasalah. Dokter bahkan sempat memberi saran pada Wu Mao Ching untuk melakukan Eutanasia, atau suntik mati untuk mengakhiri penderitaan anjing tersebut. Tentu, Wu Mao Ching tak sampai hati mengatakan hal itu pada Ye Feng anaknya. Namun, saran tersebut akhirnya sampai ke telinga Ye Feng secara tak sengaja melalui A Ling, pembantu rumah tangga mereka. A Ling mulanya tak tahu apa maksud dari “Eutanasia” sehingga dengan gampang mengatakannya pada Ye Feng.

Mendengar himbauan dokter tersebut, Ye Feng sangat terpukul. Ia tentu tak mau kehilangan Carlos. Suatu hari, bersama Carlos ia kabur dari rumah untuk menghindari kemungkinan Eutanasia bagi Carlos. Kepergian Ye Feng membuat ayah, ibu, adik, dan pembantu keluarga panik dan khawatir. Terlebih, A Ling, ia merasa bersalah karena telah mengatakan tentang Eutanasia pada Carlos. Itu pasti menjadi sebab kaburnya Ye Feng membawa anjingnya.

Setelah pencarian ke berbagai tempat, akhirnya Ye Feng dan anjingnya ditemukan di sebuah kuil tua. Setelah dibujuk, Carlos bersedia diajak pulang. Namun, dalam perjalanan, Carlos yang sudah sangat lemah akhirnya mati dan membuat seluruh keluarga tersebut dilanda duka yang mendalam. Menariknya, di antara keluarga tersebut, hanya Ye Feng yang nampak tegar, padahal mereka tahu Ye Feng adalah orang yang paling merasa kehilangan atas kematian Carlos. Seakan-akan, Ye Feng telah mendapatkan kekuatan besar untuk menerima kepergian anjing kesayangannya tersebut. 

Kekuatan cinta

Novel ini berhasil menghadirkan kisah persahabatan manusia dengan seekor anjing dengan sangat menyentuh. Menelusuri kisahnya, kita akan merasakan bagaimana ketulusan cinta yang mekar dengan indah dan apa adanya di tengah segala keterbatasan. Di tangan Ye Feng, Carlos menjadi anjing besar yang setia dan penurut. Sementara Ye Feng, menganggap Carlos sebagai teman hidup yang mengerti dan menerima segala kondisinya dengan wajar dan apa adanya—hubungan yang bisa sulit didapatkan dengan sesama manusia.

Kekuatan cinta yang besar pada Carlos juga memberi kekuatan ajaib dalam diri Ye Feng sehingga bisa melakukan hal-hal yang menakjubkan. Seperti ketika Ye Feng menyalin resep dan daftar makanan Carlos dari dokter. Karena keterbatasannya, Ye Feng sebenarnya tak bisa membaca dan tak kenal huruf latin. Namun, secara ajaib ia tiba-tiba bisa menyalin resep tersebut dengan bahasanya sendiri setelah dibacakan ayahnya. Tentu, itu tak lain karena kekuatan cinta dalam dirinya yang sangat besar terhadap Carlos.

Setelah pergi pun, Carlos ternyata masih hidup dalam hati Ye Feng, sehingga ia menjadi seseorang yang selalu menebarkan cinta pada sekelilingnya. Ye Feng sering ke taman dan membawa biskuit untuk diberikan pada anjing-anjing yang telantar di sana. “Mereka kawan Carlos dulu,” ucap Ye Feng. Novel ini telah memberi pelajaran mendalam tentang arti persahabatan, ketulusan, kekuatan cinta, bahkan kemanusiaan.

Di tengah kehidupan modern yang serba materialis, oportunis, dan serba artifisial, novel ini seakan kembali mengingatkan kita akan nilai-nilai kesejatian; ketulusan, kejujuran, dan kesederhanaan. “Saya rasa ini bukan perihal anjing, ini adalah kita, manusia,” kata Edi AH Iyubenu, rektor Kampus Fiksi dalam pengantarnya untuk novel ini.

Iklan
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: